Saturday, June 23, 2007

Wafatnya Pencetus Ide nama Angga Agus Hudayanto

bismillaahirrahmaanirrahiim
pencetus ide itu adalah kakekku, eyang Saleh, kata ayahku dulu nama "Angga Agus Hudayanto" diberikan oleh kakek, diambil dari nama angga untukku sendiri, agus dari nama ayahku agus triyono, hudayanto dari nama ibuku sri hudayati.

dan kini, beliau telah wafat, tepatnya hari kamis lalu jam 10 pagi. kakek meninggal dikarenakan serangan jantung yang tiba-tiba. memang beliau adalah perokok. beliau juga pernah merasakan tak sadar beberapa waktu lalu waktu aku ada di bojonegoro. beliau adalah ayah dari ibuku, dan aku adalah cucu pertama beliau.

beliau adalah sosok seorang yang sangat berjasa banyak buatku. beliau adalah orang yang sangat penyabar, saaaangat sabar, sosok yang tenang, damai sekali kalau sedang berbicara dengan beliau. nenek pasti sangat sedih ditinggalkan oleh beliau, mereka berdua sangat mencintaiku. aku hidup bersama mereka waktu aku kecil, mereka yang mengasuh aku hingga aku beranjak sekolah sd. cerita mereka pada waktu aku kecil, minum susu botol setiap hari entah berapa botol. suka ngompol, dan kakekku lah yang mencucinya. tidak pagi, siang, sore, malam, bahkan di waktu tengah malam, aku ngompol dan mereka berdualah yang merawatku.
biasanya, kalau kakek mendekatiku, dipeganglah bahuku, dan diremasnya perlahan. gak tahu apa maksudnya, tapi tangannya terasa begitu kuat. kakek adalah sosok yang terampil, beliau suka sekali dengan hal-hal yang berhubungan dengan perbaikan rumah, kamar mandi, dan beliau juga sangat suka dengan tanaman-tanaman sayur mayurnya yang begitu bermanfaat. mulai dari tomat, dulu pernah juga semangka, cabe, daun sirih, pohon kemangi, sampe-sampe keluarga besar kami gak pernah ketinggalan dengan nikmatnya musim mangga. dulu juga pohon pisang di belakang rumah begitu menggiurkan.
kakek memang seorang pahlawan bagi kami, sosok beliau adalah sosok yang istimewa.

Mbah Kakung, kini engkau telah pergi, meninggalkan kami, aku ingin engkau bahagia melihatku sukses nantinya Mbah. Aku belum sempat membahagiakanmu. Melihatku pulang, melihatku mencium tanganmu yang kuat. Duduk di sebuah kursi pojok dengan tenang sambil berbincang-bincang. Mengatakan apa yang perlu aku lakukan dan apa yang tidak perlu aku lakukan. Akupun ingin melihatmu berpakaian ihram hendak pergi berhaji tahun ini, Aku ingin dengar dari suaramu sebuah kebahagiaan memiliki cucu dan keluarga seperti kami.
Semoga engkau pergi dengan tenang kek, dan Allah Penguasa Segala Sesuatu memberikan tempat kepadamu bersama dengan orang-orang yang dikasihi-Nya.

Selamat tinggal Mbah Kung ...........

cucumu,

Angga Agus Hudayanto

4 comments:

ainur rofiq said...

Angga Agus Hudayanto
Sesosok Insan yang sangat membanggakan bagiku, dan insya Alloh bagi semua orang yang kamu kenal. Ngga...Sabar ya ngga...Semua yang ada di dunia ini pasti akan kembali kepada pencipta-Nya. Kita juga gak tahu kapan kita akan menyusul mereka yang sudah mendahului kita.
Entah berapa banyak kesalahan....kekhilafan yang kuperbuat kepadamu ngga....
Stay cool ya ngga.. Tunjukkan bahwa engkau adalah seorang "Angga Agus Hudayanto, putune Mbah Kung Sing Bagus lan Gagah Prakoso". Sukses selalu yo ngga...
+ jaket kamu masih kubawa lho ngga...hihihi
--Rofiq--

AnGGa said...

thank u rofiq :)

angga

ucil said...

Ngga, baru baca ne..
kemaren belum sempett.
Ikut berduka cita sedalam2nya Bro, semoga segala amal dan kebaikan Beliau diterima Allah SWT, dosa2nya terhapus seiring doa2 dari para penerusnya..
Sabaar y, "seng sareh" --> kata leluhurku, orang jawa.hehe..
Rejeki, Hidup dan mati sudah ada yang mengatur. Kita tinggal menjalani, dan berusaha sebaik2nya, membuat hidup ini terasa berharga dan bermanfaat dunia dan akhirat...
(waduh, malah mmirip ceramah...)
Pokonya sabar aja..yang terpenting selalu terukir kenangan2 indah bersama Eyang Kakung mu, dan wejangan2 beliau jangan sampe terlupakan...

- uhui -

AnGGa said...

thank u bozz :)