Saturday, June 03, 2006

belum ada judul

kadang aku tertawa mengharap rasa yg terlupa,
semua warna dunia indah dan cerah..
meski tampak air di pucuk sudut mata tercurah keluar, tapi aku yakin ini harta yg kunanti.
mengapa aku tertawa itu hanyalah tak penting untuk dipikir.
yg tentu tawaanku bersama orang lain yg satu keinginan denganku.
keinginan untuk bertawa.
simetrisnya tubuh kita tak pernah kita amati
mengapa harus simetris?
tapi ketika kita bertanya mengapa Tuhan mecipta demikian. itu mungkin bukan urusanku. Itu maksud Tuhan.
Aku hanyalah ciptaan
Yg tak pandai sekali dalam bersyukur
dan sering menggunakan tubuh ini dengan menantang-Nya.
Aaaah..
Tubuh ini pernah singgah di Rumah Pesakitan.
hingga wajah ini tak pernah tak murung terpandang.

kini tawaan ku bersapa
giliran ciptaan lain yg terluka
tak sadar akupun menangis
tanya-tanya tentang tawa-tawa.
menanti kekasih yg tak kunjung berpandang

by Ankga 12 Maret 2005
Klo boleh kasih komentar ya!!

Aku Tak Peduli

Dua cucuku yang berumur sekitar 7 thaun dan 10 tahun itu sedang beristirahat di halte Thamrin. Mereka sepertinya lelah dengan pekerjaannya yang sehari penuh tadi. Mereka baru kukenal 2 bulan yang lalu. Sekarang rasanya aku makin akrab dengan mereka. Mobil-mobil mewah yang tiap hari kami lihat melintasi kami dengan sangat bangga, Aaaah begitu indahnya mobil itu. Tak usahlah aku membayangkan dinginnya dan sejuknya keadaan di dalam sana. Umurku sudah separuh baya, mataku sudah cukup nikmat membayangkan nikmat dunia. Mata dan pikiran yang selalu berinteraksi untuk menyenangkan hatiku. Wanita seperti diriku sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi bagi bangsa ini, namun kedua bocah itu, Joko dan Budi, tampaknya mereka masih menginginkan aku hidup."Mbok, es mbok ?", Joko menawari aku dengan es lilinnya yang bagaikan es krim yang penuh dengan kandungan susu yang begitu lezat itu, lalu aku hanya menggelengkan kepalaku saja. "gak usah, makan sendiri aja!". Melihat mereka berdua bermanja padaku aku semakin semangat untuk terus hidup. Senja itu langit kota mulai mendung, awan tebal mulai membentuk atap rumahku. Sebentar lagi maghrib tiba. Lalu sesaat kemudian, beberapa tetes air dari langit yang begitu segar mulai menetesi wajahku. Ternyata hari ini aku harus mandi setelah lima hari yang lalu hujan deras di kota ini. Kedua bocah itu mulai berlarian bermain air yang turun dari langit. Aku sangat bersyukur mereka berdua masih bisa tertawa, Si Joko dan Si Budi. "Mbok, mandi Mbok!", mereka mengajakku menikmati mandi air di sore itu. Di dalam kelaparan anak-anak itu, dan juga perut yang masih kosong, kami bermain air bersama. Entah dari mana mata air hujan ini datang dari sebelah mananya langit, kami tak begitu mempedulikan. Kadang kalau kami ingin senang-senang, kami pergi ke taman kota, melihat hijaunya dunia, ditambah manusia-manusia yang berpakaian indah dan berwajah cerah bersama kerabatnya. Rumput-rumput yang rapi tinggi dan tebalnya, bunga-bunga melati putih yang harum wanginya. Ah tapi tetap saja ada hal yang mengusik kami, sorotan-sorotan tajam dari penjaga taman, pengunjung, bahkan anjing-anjing yang terus menerawang kami dengan aneh seakan-akan kami ini orang aneh yang gila, kumuh, kotor, dan hina. Ku sedikit mencoba membuat tegar hati ini, aku tak peduli dengan apa yang mereka pikir, akupun tak pernah meminta mereka untuk mempedulikan aku dan kami. Meski begitu, akupun tak mampu bertahan berlama-lama di tempat seperti itu, barangkali saja aku bisa mengusik wisata mereka, lebih baik cepat pergi saja.
Hujan mulai tampak reda, sayup-sayup di sebuah ujung langit terdengar suara kumandang adzan maghrib untuk hari ini. Aku mulai menengadahkan tanganku ke langit seperti hari-hari biasanya. Meminta ampun atas perbuatanku yang aku perbuat di hari ini. Kemudian atap rumahku perlahan mulai hitam dengan dihiasi ribuan bintang yang indah. Kuajak kedua cucuku itu ke tempat yang sepi, walaupun agak kotor sedikit. Lalu kubaringkan mereka di atas tumpukan permadani yang terbuat dari karton-karton bekas, lalu kupejamkan perlahan mata ini, menutup lembaran di hari ini.

Bila aku mati

Bila aku mati, apa yang akan aku beri dan tinggalkan untuk dunia ini apakah hanya kerusakan dan kehancuran? Sungguh aku tidak ingin demikian. wahai kerabat-kerabatku, ayah, ibu, adik-adikku, teman-temanku, mulai dari sd sampai sekarang. kalian telah mengukir sebuah lukisan dengan warna-warna yang beragam, hitam, putih, merah, hijau, tangisan, senyuman, marah, ah semuanya begitu terkenang malam ini. masa lalu di smp bersama beberapa temen dengan gerombolan yang khas dengan urak-urakan dan slenge'an. anak-anak nakal di smp dengan prestasi pas-pasan. aku selalu ingin kembali bersama
kalian lagi, meskipun persahabatan yang kita bina sedikit tercoreng dengan cintaku diantara kalian, ya yang dulu aku namakan itu cinta, dan sekarang malah hanya perasaan saja. untung saja kau tolak aku untuk menjalin hal itu. pasti bakal malah hancur dunia ini jika keadaan itu terwujudkan. organisasi-organisasi smp yang mulai agak membuat aku sombong, prestasi ekskul yang dengan bangganya aku ikuti dengan berbagai macamnya, voli, pramuka, basket, bahkan aku di luar sekolah pun tiap hari maen bola di kampung. lalu aku mengingat yang namanya kebrutalan yang telah terjadi saat itu, betapa nakalnya aku yang menggoda temen-temen perempuan, dan parahnya lagi aku tidak sendirian, yah bisa dibilang bersama temen-temenku aku itu sangat brutal dalam hal menggoda perempuan di kelas, yang walaupun kelihatannya bagi mereka itu, maksudku perempuan-perempuan itu hanyalah sebuah gurauan juga, namun aku tetap merasa bersalah dengan segala macam kelakuanku yang tidak baik itu. dengan statusku di dewan pramuka, di osis sekolah, di kegiatan olahragaku, di segerombolan kawanan yang suka membangkang, hah bener-bener itu saat yang penuh dengan kebersamaan, meskipun di saat itu aku pun belum merasa ada di dalam kawanan anak itu dalam arti sebenarnya. di keluargaku, aku kadang bahkan sering pula aku membantah segala macam nasehat orang tuaku, dengan berkilah ini dan itu, bahkan dengan sangat keras aku bilang bahwa ini dan itu adalah tidak dan iya, aku menyesal melakukan itu semua,
sungguh aku menyesal. entah dengan cara yang bagaimana orang tuaku berkorban dengan segala macam harta dan jiwa raganya untuk membesarkanku hingga saat ini, aku tak pernah bisa membayangkan itu semua. kakek nenekku dari ibu, kakek nenekku dari bapak, kalian semua begitu sayang pada diriku. aku merasa kalian selalu menganggapku adalah orang yang sukses di kemudian hari dan dapat mengharumkan nama keluarga ini. ya memang aku pun juga menginginkan hal demikian. ada juga status yang mengatakan bahwa keluarga kami adalah keturunan seorang sunan drajat yang begitu tersohor itu. namun itu pun hanyalah sebuah keturunan, tak ada jaminan bahwa aku akan menjadi pula seorang yang tersohor dan dipandang oleh bangsa ini. bangsa yang sangat aku banggakan ini, sungguh aku pun ingin mencintaimu lebih dalam lagi. oya sampai lupa aku dengan kawanan sd-sd ku yang begitu penuh dengan permainan. rasa jengkel karena kalah ejek dengan lawan tanding maen kelereng, kalah ejek karena tidak memiliki barang mainan seperti temenku, ha ha ha, ingin tertawa rasanya kalau mengingat hal-hal itu, hal yang sekarang aku pikir saat ini hal yang demikian itu seharusnya
tidak perlu aku lakukan. mengingat guru-guruku yang begitu setia dengan anak-anak didiknya, yang sampai kami mendengar sebuah persaingan antara beberapa guru kami. ah sudah lupakan sajalah hal yang buruk itu, aku tidak ingin membicarakan lebih dalam lagi. yang aku ingat adalah ketika belajar di bu kis, sering kami diajak berkeliling dengan mobilnya beserta keluarganya, beli pisang molen, mmm, aku dibawakan sebuah bungkusan ketika pulang, ah terima kasih ibu, lalu di rumah ibu guru yang lain, di bawah hujan, aku tampak overacting lalu ditegur oleh beliau, ah jadi malu aku bu,
padahal di sana ada begitu banyak teman. di belakang rumah andrian dan adit kami bermain di sebuah pohon, keres kalau nama jawanya, aku gak tau nama indonesianya. betapa menyenangkannya. saat ini aku sangat rindu sekali dengan kalian, di bandung ini, rasanya memang ingin sekali mengulang kebersamaan yang pernah ada dulu, aku rindu dengan orang tuaku, adik-adikku, kerabat-kerabatku di kampung, aku disini sering sekali membenci sesuatu, mereka tidak mengerti apa yang aku inginkan, atau aku yang sok tau apa yang seharusnya terjadi pada suatu hal. sehingga aku merasa kurang cocok dengan keadaan ini, aku pun merasa bahwa aku semakin dewasa, sehingga bila aku menemukan sesuatu yang salah aku pun langsung memvonisnya bahwa itu salah. (bersambung entah kapan .....)

Tuesday, May 16, 2006

Editorial pagi by Angga :) >> Tau gak kenapa kok pak harto tiba-tiba sakit parah? :D sedikit politik gak papa lah ya, buat bacaan aja

assalamualaikum wr. wb hayo kenapa hayo, ada yang tau gak ? :D ini selidik punya selidik aja lah ya, kok kayaknya adayang aneh, abis dulu-dulu sebelum diungkit-ungkitlagi, gak biasanya tuh Pak Harto kritis lagi. palingya sekedar check up doank.ini analisis sendiri lho ya, kayaknya emang perludianalisis nih. abis menarik, daripada ngegosipinartis mending ngegosipin pak Harto, tapi gosip inibukan sembarang gosip lho ya, aing punya beberapadasar alasan. :Dgini nih ceritanya, konon, :D dosen kwn pernah bilangsebenarnya pak harto itu tuh orangnya baik dan diapunya kemampuan yang baik untuk memimpin negara. akusebenarnya kurang setuju, cuman karena hal seperti ituudah banyak yang ngomong seperti itu, ya aku 50%setuju dengan hal itu. bu kwn bilang, yang gak baikitu adalah kroni-kroninya pak harto, terutama yaanak-anak dan cucu-cucunya itu yang menggerogotikepemimpinannya. Ibu tien, meninggal katanya didor amaanaknya sendiri gara-gara rebutan harta, gak tau siapayang merebut dan siapa yang ribut :D , yah udah deh,tamat riwayat bu tien. tommy, bambang, tutut, yah gaktau siapa lagi anak-anaknya pak harto yang gak beres.sekarang pak harto udah lengser, tapi kekayaannyamasih melimpah. mulai dari pak habibie, pak gus dur,mbak mega, sampai jendral sby pun tidak maumengungkit-ungkit kasus pak harto. eh sekarangtiba-tiba mencuat lagi nih kasus, gara-gara pak hartosering nampang di tipi :D , pers ama rakyat langsungmempertanyakan, nah gara-gara pers ama rakyat yangbertanya didukung ama pengamat politik lainnya,pemerintah tidak mau kehilangan kepercayaan juga donk.ada yang bilang orangnya gak usah dihukum, cuman,kembalikan aja uang negara yang memiliki banyak angkanol itu, begitu kata pers, tidak usah dihukum fisik,penjara atau gantung, soalnya bentar lagi juga tamatsi embah. akhirnya dibahas disana-sini, di lembagaini, lembaga itu, apa hasilnya ?? nihil !!! tidak adalembaga yang secara tegas menhendaki penyelesaiansecara tuntas kasus pak harto.tutup buku saja !!! begitu kata mereka. tapi sebelumkeputusan-keputusan itu muncul, pak harto tiba-tibasakit parah, radang lambung katanya, sempat koma dirumah sakit. sementara itu wacana terus bergulir. danakhirnya menghasilkan keputusan dengan 3 kata "tutupbuku saja!!!". nah disini ada yang aneh, kayaknya :D, kalodihubungkan dengan kasus bu tien, masak pak harto jugakena jurus tendangan maut dari anak-anaknya. akumikir, apa yang dipikirkan si anak-anak itu, ya , apacoba, ya tidak lain tidak bukan, lagi-lagi duits aliasmoney alias rupiahs. klo bapak sehat-sehat aja, bahayanih, bisa berabe nih, begitu pikir si anak-anak, hartakita bisa ludes masuk ke kantong orang lain aliaskantong pengadilan negara. he he , gimana donk ???pusing dah si anak-anak, pikiiiiir terus si anak-anak,tiba-tiba tumbuh tanduk-tanduk mereka, cring cring,satu di sisi kiri, satu di sisi kanan, he he he :D.ini nih solusi kita, kata si anak satu. kekekekekkekk:D, sambil memperllihatkan sebungkus plastik berisiserbuk-serbuk aneh yang biasa dipake di pilem-pilembuat ngecampurnya dengan sebuah minuman segar. "pinterjuga lu!!!", respon si anak yang lain. "siapa dulu",si anak pembuat ide berbangga. sampai suatu waktu yang telah ditentukan, akhirnyaterlaksana rencana-rencana mereka, pak harto tepar,langsung masuk rumah sakit dengan dokter-dokter yangmemiliki dedikasi yang tinggi terhadap keluargacendana. status pak harto yang sebelumnya suka nampangdi tipi karena bertandang ke cucunya melihat siramkembang cucunya yang baru lahir sekarang menjadi komakarena kesiram air ama anak-anaknya. he he he :D. aduhkasihan deh mbah kamu ini. udah deh, tipi-tipi mulairibut lagi, dengan headline, "mbah harto kritis" adagak ya headline kayak gitu, kiks kiks kiks. :D pemerintah pun tidak mau bertindak sebagai algojo yangkeji dan sadis, udah tuek, elek, mlakune dituntun, mauditaruh dipenjara besi yang dingin. gak mungkin lah,apalagi indonesia masuk dalam dewan HAM peBEBE. bisaruwet kalo salah langkah. barulah setelah itu keputusan-keputusan darilembaga-lembaga negara kita mulai muncul, DepeEr MAbilang tutup buku, waden JK bilang tutup buku ajajuga, MpeER gak jauh beda. gak ada yang tegas danpasti semuanya. Si Jendral SBY pun angkat bertindak,dipanggil tuh pentolan-pentolan negara, diajakberdiskusi, dan hasilnya tidak lain tidak bukan adalahidem. kasus pak harto lebih baik kita tutup saja. akhirnya beres kan rencana si anak-anak ?? siiiiipdah, harta masih di kantong, aman, aman :D bye byeIndonesia. melenggang lenggang dah si anak-anak. Tom,lu beres, di penjara gak papa, kan di kamar presidentsuite. bambang, digosipin, makin cakep dah. Mbaktutut, dikit-dikit bikin parpol lah, kali ajakroni-kroni bisa bergabung lagi. entar kan bisa bejayalagi.kakakakakakakakakakakakaks :D :Dwaalaikumsalam wr. wb.

Sunday, February 19, 2006

Mimpi Yang Indah

Assalamualaikum Wr. Wb.
Minggu pagi, abis dari sekre BEM gak jadi rapat, aku di kost-kostan, tidur....ZZzzzZzzz.
Di dalam tidur tadi aku mimpi sesuatu yang sangat indah...sangat indah. Aku bermimpi sedang berada di kost-kostan, bersama dua orang temenku, yang entah aku tidak begitu jelas siapa itu, klo sekarang sih memang aku se-kostan ama rofiq ama yugo, tapi aku tidak tahu apakah itu rofiq sama yugo yg di dalam mimpiku. Ceritanya aneh, kami bertiga bercanda di kost-kostan, setelah itu tidak tahu mengapa, terjadi sesuatu pada kami, apa yang terjadi pada kami ? yang terjadi pada kami adalah kami bertiga telah MATI. Mati dalam arti sesungguhnya, jasad kami tidak dapat dipergunakan lagi. Namun, roh kami, jiwa kami, masih bisa melihat dunia, melihat makhluk-makhluk lain yang belum mati. kami bertiga sedih, amal kami telah terputus, tidak ada yang dapat kami lakukan lagi, roh kami hanya berkeliaran saja di dunia. Keadaan itu berlangsung beberapa lama, hingga suatu saat, entah karena alasan dan sebab apa aku tidak tahu, kami bertiga diberikan hidup lagi, kami hidup lagi, aku, dia, dan satu lagi dia. Entah siapa mereka.... Kami sangat senang sekali dapat hidup di dunia lagi, berarti masa untuk kami beramal masih ada.
Sesaat setelah kami hidup lagi, ada orang yang datang, beliau adalah Nenekku, nenek dari ibuku, beliau bermaksud untuk menjengukku, dan beliau pun tidak tahu kalau aku telah mengalami mati dengan dua temanku. Aku senang sekali karena nenekku datang ke bandung ketika aku telah hidup kembali, aku begitu gembira. Tapi, kenyataan tidak seperti itu, ketika kami bertiga (aku dan dua temanku) sedang menerima kedatangan nenekku, nenek tidak bisa melihatku, yang beliau lihat hanyalah dua temanku, begitupun teman-teman matiku tadi, sesaat setelah menoleh ke diriku, teman-temanku pun tidak dapat melihatku juga, aneh begitu aneh, kemudian aku bersuara, "Nek, ini aku, aku disini", nenek terkejut mendengar suaraku tanpa melihat jasadku.
Kemudian mereka menyadari bahwa aku telah benar-benar MATI, MATI tidak kembali lagi. Walaupun suaraku masih bisa didengar oleh mereka, suatu saat aku pasti akan pergi, karena aku telah MATI. Di mimpiku ini, ada lagu yang sangat sedih sekali, lagunya endless love, gak tau judulnya apa.
Di akhir mimpiku, ada dua temanku yang memandangi tembok yang terdiri dari tumpukan bata yang terukir tiga nama, salah satunya adalah milikku, tertulis A /11, aku merasa itu milikku, dan dua lagi aku tidak begitu jelas, samar-samar ada tertulis NDRE diantara satu nama yang lain,
aku punya teman SD, SMP, SMU yang bernama Andre, seringkali hubungan kami tidak baik, namun saat ini hubungan kami terasa sangat baik sekali. walaupun aku sebenarnya merasa tidak begitu dekat dengannya. Entahlah, akupun tidak begitu yakin kalau nama itu adalah NDRE.
Satu lagi nama aku tidak tahu sama sekali apa yang tertulis. Kedua temanku memandangi tiga nama itu dengan menangis, tapi tangisan mereka adalah tangisan laki-laki, tangisan tegar, mungkin bukan tangisan rintihan sedih. Aku sudah tidak ada lagi diantara mereka, bahkan
suaraku pun tidak terdengar lagi di sana.
Sesaat setelah keadaan itu, aku terbangun dari tidur, menyadari bahwa aku belum MATI, aku masih hidup dengan menghirup udara, aku ucapkan Astaghfirullah, Astaghfirullah, lalu aku sedikit menangis, entah karena alasan apa, mungkin karena aku sadar aku telah mengalami
yang namanya MATI disana, di dalam mimpiku. Aku telah mati kawan, selamat tinggal dunia.....

Baru aku kemudian sadar kalau lagu sendu endless love yang aku dengar di mimpiku berasal dari radio MQ. :) :)

Pukul 11 lebih aku bangun, ingat kalo ada pertemuan di Lab jam 11, lalu aku mandi, kemudian bergegas ke Lab.

Itulah milist, sedikit cerita mimpi yang menurutku sangat indah, aku diingatkan mengenai keadaan yang menghentikan amal, yaitu mati. MATI tidak akan kembali hidup. Semoga bisa dijadikan manfaat bagi milist sebagai peringatan, bahkan klo lebih ekstrim lagi, aku lebih menyadari bahwa di Bandung ini sudah sangat pantas bila terjadi bencana alam yang dahsyat, yang meluluhlantakkan permukaan bumi ini. Alasannya adalah karena sudah begitu besarnya dosa kita pada sang Pencipta, dengan segala perbuatan-perbuatan kita yang melampaui batas.
Semoga Allah selalu memberikan petunjuk pada milist.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Saturday, February 18, 2006

Muhammad, kemuliaan sepanjang zaman

ketika melihat karikatur yang menistakan dirimu ya habib, betapa hinanya dirimu di mata para kafirun, engkau dipandang sebagai orang yang kejam, orang yang haus akan nafsu, sungguh mungkin mereka tidak pernah belajar mengenai dirimu, sehingga mereka tidak mengenal betul mengenai dirimu ya rasul, ya utusan Allah. Apa yang diinginkan mereka aku tidak tahu pasti, apa niat mereka membuat sebuah konfrontasi seperti ini aku tidak tahu pula. Apakah ingin mengalihkan perhatian dunia kepada kesengsaraan bumi Palestina yang tertindas ?, apakah ingin mengobarkan perang di dunia ini menjadi lebih jelas ? aku pun tidak tahu ??
Atas nama demokrasi, pemimpinmu pun tidak mengucapkan maaf sama sekali pada umat islam, mungkin engkau terlalu sombong dengan kehebatanmu wahai pemimpin negara denmark.
Sungguh tidak ada suatu cacian dan kemarahan dari kami, umat islam, yang timbul tanpa sulut api yang kalian timbulkan wahai para pencipta kerusakan bumi. tidak ada hinaan yang kami lontarkan dari mulut kami kecuali karena engkau menyulutnya dengan hinaan kepada kami dan dinul islam. Sungguh kami tidak akan pernah berselisih dengan kamu kecuali kalian memicu perselisihan dengan kami. Tapi mengapa ? dan mengapa engkau malahan menghina dan menistakan kami, dinul kami, karena engkau telah melampaui batas, batas yang seharusnya tidak engkau lalui. dan itulah yang kerap kali engkau lakukan pada kami, pada saudara-saudara kami di palestina, di irak, di checnya, dan di negara-negara kamu berkuasa.
ketahuilah wahai orang yang suka menghina, aku tidak begitu marah dengan karikatur yang kalian buat, aku tidak naik darah karena engkau menghina rasul kami, tuntunan kami, junjungan kami, contoh manusia terbaik. tidak, aku tidak marah, meskipun engkau menghina Muhammad beribu-ribu kali, berjuta-juta kali, kau tahukah mengapa ?
karena Muhammad begitu mulia, dengan cacian dan hinaan yang engkau berikan pada beliau, tidak akan berkurang secuil pun kemuliaan beliau di mata kami. Kesempurnaan manusia yang memiliki akhlak yang mulia tidak akan pernah menggores kemuliaan dan kebesaran Muhammad di mata kami.
Tapi, perbolehkan kami untuk menghancurkan orang-orang yang ingin menghancurkan kami, perbolehkan kami untuk memusnahkan orang-orang yang ingin memusnahkan kami, yaitu kamu, ya, kamu, orang-orang yang pantas untuk dimusnahkan.

salam,

Monday, February 06, 2006

inget jaman dulu

klo dulu lagunya pada slanker-slanker, jammer-jammer, wah asyik dulu, pake celana jin, maen band, teriak-teriak, hura-hura ma temen-temen, smp manggung pertama kali nekat gak hapal lirik lagu "buku ini aku pinjam" milik iwan fals, jadi berantakan, aku dah bilang mending mundur aj deh, tapi temen2 tetep nekatz, latihan cuman brapa kali, masih prutal-prutul,
pagi itu senin, aku abis dapet jadi tugas komandan peleton upacara, abis teriak-teriak juga, trus siangnya ada parade band, aku gak siap, gak enak ama temen2 masak bilang mundur, tp gue bilang jg, dan ternyata nekatz, dulu di lapangan itu, wah kita sok banget deh, nge-band, sesuatu yg dibilang hebat pada jaman itu, nge-rock n roll, wah susah nih, mo digambarin keadaan dulu yg begitu berkawan dengan kawan-kawan. di kelas 1i kelas punya kasus ngeledakin petasan di dalem kelas, kelas 2i wah gak sopan banget ama cewe, kelas 3 agak nge-gap, kita ngeband, saat-saat terakhir bersama di dalam kelas, kadang aku sibuk dan angkuh dengan status ku sebagai anak OSIS, itu sih yg mungkin temen2 rasain, jadi ketua kelas di tahun ke dua, aku semakin sadis, karena memang begitulah menjadi ketua kelas yg 'baik' pada saat itu, (sori frenz). smp di tahun terakhir pengen bener -bener mengulangnya, aduh, kapan kita kumpul2 lagi ya, Ya Allah pertemukan aku dengan mereka dalam suasana kebersamaan lagi Ya Allah,

Sunday, February 05, 2006

Kalah lagi :(

disekian kalinya aku bermain, aku kalah lagi, permainan ini sungguh sulit, bikin grogi, apalagi kalo gak punya pion-pion yang tangguh, kayak benteng misalnya, ya, aku menyebutnya benteng, tapi ini bukan permainan catur, ini lebih dari itu, mengatur tiap pion-pion disini sangat susah, pikiranku sebenarnya gak tumpul hanya indera ku yang lain yang tidak bisa membuat selaras dengannya, aku selalu merasa kalah dalam hal ini, mendingan aku menjauhi saja permainan ini, daripada aku selalu kalah, tapi gak bisa, itu gak mungkin, permainan ini adalah bagian dari hidupku,
tersenyum ramah pun kadang gak muncul karena grogi yang timbul akibat pion-pion ini gak memberi arti, ya sudahlah, ah kenapa aku bilang ya sudah, aku benci mengatakan hal seperti itu, papan ini, mungkin bukan lapangan aku membanggakan diri, padahal akupun tak begitu banyak ingin membanggakan diri, yang padahal seharusnya tidak boleh aku lakukan, lapangan ini terlalu banyak ranjau-ranjau aktif yang siap meledak kapan saja, bukan hanya kepada lawanku yang satu ini, tetapi pada alam-alamku yang lain, seringkali kekalahan ini terjadi, padahal klo kau tahu blog, aku selalu menyadari kalo aku pasti bisa menang tadi di perlawanan, itu baru aku sadari ketika aku kalah, ah , benar-benar sial, ha ha ha :) , padahal aku jarang mengatakan sial pada diriku, tapi kali ini terucap juga. Blog kamu adalah aku, so kamulah blog yang aku harapkan untuk merubah diriku, mungkin bangkit dari kekalahan ini, tapi kata-kata semangat yang bagaikan api di dalam sekam ini seringkali aku katakan dan tancapkan di dalam dada ini, tapi pada kenyataannya luluh tak berbekas, mungkin, aku pun kadang tidak sadar apa yang aku ucapkan, ok blog, mungkin aku ada ide, aku coba cari keluar, daripada aku berdiam diri disini aja, mana bisa ada perubahan, ya gak ? kita periksa isi dunia ini, apa ada yang bisa memberikan sign akan kebangkitan spiritku, entah. nanti aja kita lanjutkan. itu aj dulu.
commonlabz 1:52 PM

Friday, February 03, 2006

hari ini presentasi seminar di gedung a-205

blog, aku hari ini presentasi seminar dengan judul Perangkat Lunak Sistem Informasi Site Project berbasis web, cukup tegang tadi, prediksi presentasi 10 menit, ternyata dikasih cuma 5 menit euy, slide yang disiapkan untuk 10 menit harus aku genjot jadi 5 mnt. kata-kata keluar terpatah-patah, tangan masuk saku kiri, biar merasa pede dikit :) , dengan sis, sitac, cme, dan equipment beberapa pertanyaan dari pak suyanto dan pak maman terjawabkan, sempet deg-degan waktu disuruh keluar dulu karena para bapak penguji hendak diskusikan nilai kita, waduh, masak presentasi dapet b sih ? ah, berdoa aj.......
kembali ke ruangan, ternyata ada satu temen yang telat dateng presentasi, terus kita nunggu deh, beberapa menit. setelah presentasi terakhir usai, nilai diberikan, "gimana? ada yang tidak puas", pak suyanto sedikit meledek. ternyata Alhamdulillah, temen-temen semua dapet nilai maksimal. "terima kasih pak", kataku pada beliau-beliau.
bis itu pulang deh, mo sholat jum'at, diundang oleh Allah, waktu khotbah masih terasa grogiku tadi, entah grogi yg disebabkan menunggu nilai keluar atau karena presentasi kurang jelas pasti. tapi aku senang, presentasi udah berlalu, aku sangat ingin nanti berdiskusi ama beliau-beliau, entah mengenai materi kuliah atau filosofi-filosofi penting orang yang berpengalaman.
kadang aku merasa kurang 'ngeh' klo bicara mengenai mata kuliah
, tapi klo filosofi-filosofi kayaknya interest banget, gak tau kenapa, tp aku tetep ingin profesional di bidang kuliahku, ok,semoga gak makin ngelantur kemana-mana.
balik sholat jum'at ke kampus lagi mo bayar uang kuliah, udah di bank, terus ke gedung Dewa(rektorat). eh disana ditolak, ternyata belum balikin buku perpus 2 biji, yah, balik lagi deh. trus aku pikir besok senin aj lah matahari hari ini cukup terik, mending nonton filem atau main game cacing, fiuuuuh bum&^%$, he he asyik juga.
eh, gak lama dateng wendi, katanya mo pinjam kompi buat seminar temen yg lain. ok deh, klo gitu nonton sekalian seminar. cabut semua kabel, ke lantai 2, pasang infocus, colok sini colok sana, sip.
capek mo ke lab aj lah, ngenet atau ngisi kuisioner buat registrasi. gila !! banyak banget kuisionernya. ya udah deh, banyak pelayanan yg gak puas di stt isi tidak puas dan sangat tidak puas aj deh. he he, maaf, pak Dewa. :)
dateng si Ratih TW, bw kompi aku, kayaknya berat, "waduh sori W, knapa gak miscall aku?", kataku minta maaf. "gak papa kok, :)", sambil senyum dikit. he he.
udah abis gitu, sampe ashar, sholat, sampe hampir maghrib, "ah pulang ah, ganti baju" aku yg tadinya masih berseragam putih biru pulang ke kost. maghrib di istiqomah, telat. :)
sampe mo isya, ke markas dulu ah, ke bem, ngambil kuisioner buletin, beli satu tango, berangkat ke base camp, lab common. nongkrong dulu di wc, abis gitu wudhu, sholat isya.
trus back to my life deh, si kompi lg nunggu nih. nah jam 8 malem mulai deh, ngepost ini.
bentar lagi mo tidur capek nih, bye sampe disini dulu.

Sunday, January 29, 2006

Matahari di atas kepalaku

matahariku yang terik, sungguh menyenangkan,
bila engkau tidak terik, maka entah apa jadinya dunia ini,
ha ha ha