Thursday, August 27, 2009

Indonesia dan Malaysia yang kecut

Menjadi bangsa yang kecut...
:) istilah kecut memang kadang unik, mendapati kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang semakin terasa rentan. Rentan akan keadaan yang diombang-ambing. Seperti cerita cinta Indonesia - Malaysia :)
Harga diri, Kebanggaan, Asas kepemilikan, Komersialitas Media, Kompetisi, semuanya menjadi hal-hal yang tercampur dalam sebuah tragedi cinta yang sedang merekah. Satu persatu benih-benih cinta terasa dalam suatu konflik yang kecut. Media mungkin semakin hingar bingar dengan adanya barang mentah ini, siap diolah menjadi barang setengah matang, agak gosong, atau bener-bener gosong. Hmm ... nikmat sekali sepertinya di bulan Ramadhan ini. Indonesia sangatlah besar, bila besar itu dibandingkan dengan kecilnya geografis Malaysia. Indonesia sangatlah baik, bila baik itu ditandai dengan bersedianya aset-aset manusia Indonesia dikirim ke Malaysia untuk menjadi seseorang yang membantu rumah tangga ataupun pabrik-pabrik. Namun semuanya itu tetap berjalan hingga sekarang ...
Putri Cantik pun tidak kalah menggiurkan di kaca-kaca televisi ataupun jepretan di kalender yang sudah berjalan hampir 8 bulan ini. Setiap insan ingin melindungi putri yang cantik bak mentari di pagi hari ini, yang siap menyinari penjuru negeri lewat sinetron dramatis bernilai jutaan rupiah. Drama sebenarnya pun masih menarik, caci sini dan caci sunu, hingga membuat kita menari sambil bernyanyi caca marica hey hey :) Dan semuanya itu tetap berjalan hingga sekarang ...
Ambalat, tentu lebih menarik lagi, harga diri dan integritas bangsa dipertaruhkan, mulai dari isu ketertarikan akan sumber daya minyak di dalamnya dan lain sebagainya. PERAAAANG !!! Itu yang biasa disebut-sebut, di atas kertas-kertas buram dan kaca-kaca bergambar. Seakan perang adalah kenikmatan yang begitu dahsyat seperti ketika melakukan seks. :) sehingga akan ada seorang bayi mungil nan lucu yang akan muncul membuat kita tertawa riang. Hi hi hi Perang Kecut. Dan semuanya itu tetap berjalan menarik membumbu dengan sedap hingga sekarang ...
Tapi .. kenapa tidak ada yang menjentikkan pikirannya untuk berusaha tidak masuk ke dalam lobang boaya ya ? lobang boaya yang berisi tikus-tikus terperanjat yang lapar memakan tikus yang lainnya. Padahal sama-sama tikus ... hi hi hi dasar tikus kecut.
Tapi .. siapa yang membuat lobang boaya ini ya .. ? Cantik nian lobang ini, luas, lebar, siapapun bisa masuk, dari tikus yang tidak punya uang hingga kepala suku tikus yang mungkin ingin mencari simpati dari rakyat tikusnya. Mau bicara apapun silahkan, mau mencaci apapun makin hangat makin maknyozz.
Tak taunya si manusia yang lebih berotak manusia logik yang membuat lobang cantik ini. Lobang yang berisi makanan untuk diobrolkan tiap hari tiap saat di meja-meja dalam lobang boaya. Menarik dan lezat disantap.
Manusia pun berkata, "Dasar tikus-tikus bodoh, bisanya cuman merusak makan siangku, merusak tidurku di hotel=hotel berbintang, merusak partyku di cafe dengan anggur di gelas merahku, urus dulu otakmu yang kecil itu" Tapi si tikus pun bergeming tanpa menyadari yang terjadi, hingga mereka pun tua renta, menyisakan sejarah-sejarah perang untuk anak cucunya. Perang Kecut .. :)
DAN PERANG KECUTPUN TERJADI LAGI DAN BERPUTAR-PUTAR DALAM LOBANG BOAYA BERISI TIKUS JATUH CINTA DALAM ADU DOMBA.
@office

Sunday, July 12, 2009

Hidup Berbangsa dan Bernegara


Merah Putih ..
adalah simbol kebangsaan Bangsa dan Negara Indonesia.
Sebuah simbol yang bermakna sangat besar. Mengartikan jati diri bangsa yang kuat dan bersih. Ini kuyakin bukan hanya sekedar simbol semata, namun adalah sebuah jiwa dari anak-anak negeri yang terlahir di atas bumi pertiwi. Indonesia, negara yang sangat gagah membentang di muka belahan bumi di sisi timur. Kekayaan alam dan budaya yang sungguh teramat cantik. Kuyakin bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang bisa menjadi contoh bagi bangsa lain bagaimana memaknai kehidupan yang damai dalam keragaman.
Indonesia, bangsa yang baru saja melaksanakan pemilu, baik itu legislatif (DPR) dan eksekutif (Presiden dan Wapres). Mungkin baru saja menunjukkan kepositifan dari jati dirinya, bangsa Indonesia. Maaf, kalau dari sisi mata rakyat ini aku melihat jiwa itu dari sosok figur. SBY .. ya SBY. Sekali lagi aku bilang ini adalah mata rakyat, aku bukan politikus ataupun pengamat yang jeli akan politik, namun rakyat yang melihat dari mata yang dimiliki dari harapan-harapan kepada Pemerintah.
SBY .. menunjukkan jati dirinya sebagai seorang bangsa Indonesia yang sejati, yang berjiwa merah dan berhati putih. Setidaknya untuk saat ini dengan segala tindak tanduknya dalam menghadapi segala permasalahan yang ada. Tanpa emosi yang berlebihan, tenang, dengan kata-katanya yang santun, namun nampak pula ketegasan di dalam kata-katanya. Maaf untuk Bu Mega, kami sangat jengah dengan sikap-sikapnya .. apa yang harus kami ambil pelajaran dari sikap ibu dan mindset ibu yang tidak santun dan tidak berjiwa besar itu. Rakyat yang ibu sering katakan ibu bela dengan otot, bukan dengan strategi arif dan bijak. Aku tahu ibu memiliki semangat untuk membela kami, aku sangat yakin itu, dari berbagai media aku lihat sisi semangat itu, tapi tidak untuk hati dan jalan dari semangat itu. Kami jengah dengan contoh-contoh itu, contoh yang memperlihatkan kebencian. Contoh yang memperlihatkan jiwa-jiwa tidak berbesar hati. Kami tahu, kami tahu rasa cinta Bapak dan Ibu terhadap kami, terhadap nama besar bangsa ini. Namun, sekali lagi, kami membutuhkan ketentraman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Jadilah bangsa yang kuat, berwibawa, dan .... BERSATU

my other part ..


Ade' hari ini lagi sakit :( hmm .. sedih kalau kamu lagi sakit de'. Radang tenggorokan disertai panas yang naik turun .. ade' yang biasanya suka cerewet plus bawel, klo dah sakit jadi kurang bawelnya, jadi terasa ada yang hilang :) hmm ade' ade' aku kangen kamu yang ceria dan suka manyun klo aku kerjain :p cepet sembuh lah de' .. ntar aku beliin es krim deh klo dah sembuh :) hi hi ade' ade ... aku kangen banget sama kamu. Tiap hari ketemu, dan mungkin hampir tiap hari bertengkar :D :D tapi aku makin kangen kamu aja :D Cepet sembuh ya de' biar kita bisa jalan-jalan lagi, biar aku bisa ngerjain kamu lagi :D biar aku bisa lihat senyum kamu yg maknyuzz :p
Ade' .. terima kasih ya atas sayang yang sampai saat ini masih kamu berikan sama aku :D i know u are the first and the last for me .. i don't want any other .. aku akan selalu belajar untuk menjadi seorang pria yang senantiasa setia dengan orang yang aku sayangi .. dan itu kamu.
Dan sampai saat ini aku selalu menyadari .. ternyata Aku Sangat Sayang Kamu ... my Ade' -- Cindy L Kirana
write 'I LOVE U' on my hand :)
@Marijo'Kost

Friday, July 10, 2009

Situ Gintung 8 July 09


this pic was taken by ade' at Situ Gintung.
hi hi hello blog, aku balik lagi, udah lama banget lu gak kerawat blog :D he he
mau pake bahasa inggris susah banget yak :D dasar dudung, emang kagak bisa bahasa inggris gimana bisa ngetik bahasa inggris, bahasa indonesia aja masih banyak yang salah :D he he
iya, kemarin abis maen-maen ama ade' ke situ gintung, mungkin seperti waduk kalau di jawa, setelah tragedi situ gintung beberapa bulan yang lalu, air disana sudah habis, hmm .. sebuah tragedi kemanusiaan yang mengerikan. hmm .. memang menyenangkan sih tempatnya, cukup sejuk, dan banyak pepohonan yang rindang.
ah, gak tau ah mau cerita apa, mungkin tulisan ini cuman pengen inisial action aja kali biar bisa nulis lagi di blogku ini :) anyway, i love my ade'

Thursday, April 30, 2009

My First & Last Lady .....

Yupz, dia seorang wanita pertama yang datang di hidupku sebagai seorang yang bisa aku sayangi dan datang berperan sebagai kekasihku. Aku sangat sayang dia, aku sangat ingin menyayangi dia, dia seorang yang baik, dan dia juga cantik, cantik hatinya dan mempesonakan aku. Hmm ... jujur, baru kali ini aku merasakan rasa sayang seperti ini, aku merasa sudah saatnya aku untuk melangkahkan kakiku ke suatu waktu yang jauh berbeda dari kehidupannku sebelumnya.
Dulu mungkin aku hanya berangan-angan saja untuk memiliki seorang yang aku sayang, mungkin itu terjadi karena sebagian besar waktuku masih dapat dihabiskan untuk bermain-main dengan teman, dengan aktifitasku dalam pekerjaan, dan lain sebagainya. Pulang kantor maen game dengan temen-temen kost, sabtu minggu siang maen futsal, malamnya maen game, kadang di rental PS, kadang di kamar kost, nonton tv, baca buku, hmmm ... mungkin hampir tidak ada usaha untuk mencari seorang kekasih atau yang orang lain biasa sebut sebagai pacar.
Temen-temen juga banyak yang ngeledek, mana pacar lu ? malam minggu kemana ? haayyah, sabodo teuing itu mah, no matter what all of you said, Angga Agus H tetap bisa berjalan tegap.
Tapi menginjak usia 24 dan mendekati angka 25, angan-anganku untuk memiliki pasangan kembali terteguhkan di dalam hati. Dulu, aku hampir tidak pernah berdoa kepada Yang Maha Kuasa untuk meminta dipertemukan dengan seorang kekasih yang kelak kan menjadi pendampingku, namun di usia 24 itu, aku tersentak dan menyampaikan sekuntum doa yang kutujukan pada Sang Ilahi, aku meminta untuk dipertemukan jodoh yang baik, pendamping yang baik, agar bisa mengajak aku untuk berubah menjadi lebih baik.
Hmmm ... begitu KuasaNya Sang Ilahi, tidak beberapa lama, tanpa aku berharap banyak pada seseorang itu, aku dipertemukan dengan dia. Dengan seorang yang aku sebut, wanita yang mempesonakan aku. Wanita bersenyum manis dan berjilbab anggun yang tampak pandai menaklukkan hatiku ini dipertemukan dengan cara dan jalan yang baik.
1st March 2009, 02.00 pagi, akhirnya aku katakan padanya apa yang sangat merisaukan hati ini, Aku sayang padanya ... sangat sayang.
Bukan karena kecantikannya saja, bukan karena kepandaiannya saja, bukan karena caranya dalam berkomunikasi dengan aku saja, bukan karena senyumnya yang manis saja, bukan karena santun tata lakunya dia kepadaku saja, tetapi semua itu aku rangkum menjadi gambaran diri yang sangat indah untuk aku kagumi. Kemudian aku putuskan untuk belajar dengan keteguhan untuk berjalan menapaki sebuah titik yang dituju, menuju sebuah keyakinan, keyakinan bahwa she is the only who has choosen for me to accompanying my life together, in happines, in crying, in suffering, in all happen of all the rest of my life. Dan aku akan berusaha dengan teguh untuk menempatkan dirinya sebagai seorang wanita yang pertama dan yang terakhir dalam hidupku untuk aku sayangi dan cintai menjadi Kekasih Hati...sepanjang hidup.

Thursday, February 26, 2009

L.I.F.E




Kalau kau pegang tiang itu kuat - kuat
kau takkan jatuh, kau takkan roboh
Kalau kau pegang teguh agamamu itu
kau akan selamat, kau akan bahagia

Apalah artinya dunia yang beberapa tahun berlalu ini
bila nanti pun kau kan pasti mati
Kau perbesar perutmu
Kau puaskan nafsumu
Kau banggakan jabatanmu

Memang itu menyilaukan dan terasa begitu indah
Huffhhh .... tapi itu segera berlalu

Hmmm ....
Indahnya hidup yang sebentar ini
bila kita saling berbagi, lebih banyak berbuat untuk orang lain
lebih mudah untuk mengerti perbedaan orang lain
lebih mudah untuk menuaikan senyum yang tulus :)

Cukuplah hidup ini dihiasi dengan ibadah
Cukuplah hidup ini dihiasi dengan ibadah
Maka berlalulah hidup ini dengan senyum yang manis :)

salam,

Friday, January 09, 2009

HAPE ESIA SLANK



Konten Dan Aplikasi Untuk Super SLANKERS



Ringtone SLANK

Kamu bisa dapetin GRATIS 5 ringtone SLANK, yang bisa kamu jadiin ringtone pilihan kamu

- Seperti Para Koruptor
- Sosial Betawi Yoi
- Pandangan Pertama
- Orkes Sakit Hati
- Kuil Cinta


Nada Sambung SLANK

Kamu bisa dapetin GRATIS 5 Nada Sambung SLANK selama 21 hari. Aktifin dengan ketik:

SLANKnomor lagu pilihan kamu
kirim ke 888

1. Devilinu
2. Virus (versi Amerika)
3. Solidaritas
4. Seperti Para Koruptor
5. Rebut


Wallpaper SLANK

Kamu bisa dapetin GRATIS 5 wallpaper SLANK dengan visual teranyar dari SLANK, yang bisa langsung kamu jadiin wallpaper pilihan kamu.

- SLANK Rainbow
- SLANK Caricature
- SLANK Dark
- SLANK Green n Peace
- SLANK Original


Warung SLANK

Di aplikasi ini, kamu bisa dapetin konten ringtone dan wallpaper SLANK lainnya yang akan di-update setiap bulannya.

Tarif download konten Rp 5.000,- +PPN



Telpon SLANK

Langsung telpon ke 88825, kamu akan disambut oleh SLANK! Kamu bisa dengerin lagunya SLANK di Featured Artist, lagu SLANK favoritmu bisa dijadiin Nada Sambung dan kirim pesan spesial pake lagu SLANK dengan GMS.


SMS SLANK

Langsung SMS ketik SLANK kirim ke 88825, bisa dapetin jawaban langsung dari SLANK untuk info-info: Berita SLANK, Jadwal Manggung, Pelukan Bunda, Orkes SLANK, Virus Sok Bijak Bim Bim, My Kaka's Love dan Nada Sambung SLANK*.

*Tarif Nada Sambung langganan :
Rp. 9.000,- / lagu / bulan + PPN atau
Rp. 3.000,- / lagu / minggu + PPN

Setiap penjualan 1 unit Hape esia SLANK, Rp. 10 ribu akan disumbangkan untuk para pihak kurang mampu yang ditunjuk langsung oleh SLANK

Thursday, December 25, 2008

Mental-Mental Peminta


Merasakan keadaan – keadaan lingkungan sosial kita yang kerapkali terjadi degradasi keyakinan akan kebesaran dan kekayaan yang sungguh luas dan besar yang dimiliki oleh Allah SWT. Kita tidak yakin bahwa Allah begitu Maha Kuasanya untuk memberikan apa yang dimiliki-Nya kepada hamba-Nya.
Kita mungkin seringkali tidak sadar, keseharian kita begitu dekat dengan yang namanya mental – mental meminta – minta. Hal – hal kecil yang mungkin kita anggap remeh, adalah bibit – bibit dari timbulnya mental orang – orang yang suka meminta, terlena dengan keadaannya yang suka menerima, memperlihatkan telapak tangannya kepada orang lain untuk mendapatkan sesuatu. Sesuatu itu yang biasanya yang kecil – kecil. Manusia yang darah – darah yang mengalir di tubuhnya, daging – daging yang mengendap di tubuhnya, pakaian – pakaian yang menempel di tubuhnya, dan berbagai benda yang menempel di dalam jiwanya didapat dari hasil menengadahkan tangan ke orang lain.
Entah ini disebabkan karena memang budaya kita yang manusia-manusianya suka memberi atau hanya karena budaya manusia kita yang suka kasihan atau mungkin karena manusianya gengsi untuk tidak memberi ketika dimintai sesuatu ... ? entahlah, yang jelas fenomena itu terjadi di sekeliling kita karena objek dari diri-diri kita yang terlalu nikmat untuk menerima sesuatu.
Bukan tidak benar bila kita menerima sesuatu pemberian dari orang lain, tapi rasanya ketika kita menerima pemberian dari orang lain itu mengartikan bahwa diri kita itu lebih rendah dari sang pemberi. Lebih rendah dalam arti dalam hal kemampuan, atau mungkin bisa jadi lebih rendah dalam hal harkat dan martabat. Saya tidak mengartikan lebih kotor atau lebih hina, namun saya kira lebih tepat adalah status posisi antara sang pemberi dan sang penerima. Hal itu tidak dapat disangkal. Memberi adalah mulia, sedangkan menerima tentu memiliki derajat kehormatan yang lebih rendah daripada yang memberi. Bukankah Tuhan dengan keagungan-Nya dan kemulian-Nya kita puji-puji karena pemberian-Nya yang Maha Dahsyat .. ? tentu kita tidak bisa menyandingkan diri kita dengan Sang Khalik, apalagi dalam hal memberi, karena seluruh yang kita miliki ini berasal dari Dia pula. Tapi dalam konteks ini adalah indah dan agungnya kemuliaan yang didapat dari memberi itu sendiri, yang didapat bukan dari meminta. (bersambung)

Thursday, October 09, 2008

Muhammad Syaiful Ardiansyah


Namanya Muhammad Syaiful Ardiansyah, si anak kecil ini adik gue, seneng kalau tiap kali pulang ke kota Bojonegoro ketemu ama dia, hi hi hi, gue biasa panggil dia Ipung atau dik Ipung, anaknya rame dan karena dia ada itu keluarga gue jadi makin tambah rame, Ipung ini adik ketiga gue, dan yang terakhir, jadi emang agak nakal. Semuanya sudah diatur oleh Allah, kehadirannya membuat sesuatu yang berbeda di keluarga.

Tuesday, June 24, 2008

Sakit adalah ....


sakit bagiku adalah sebuah pertanda, pertanda akan kekuasaan Sang Illahi yang dahsyat, bila kita sakit, apalah daya tanpa pertolongan sang Pemilik Kuasa. tubuh ini begitu lemas, tak berdaya, keluh kesah merasakan sakitnya atas apa yang sedang hinggap di tubuh ini, walaupun raga ini melekat di diri kita, sejatinya kita tidak punya daya dan upaya yang kuat untuk mengendalikannya.
inilah yang terjadi pada tubuhku beberapa hari ini, sementara otakku melayang melakukan sebuah perenungan hidup yang tak kunjung usai usai, tubuh ini seakan lumpuh menerima sebuah peringatan halus Sang Ilahi, inkonsistensi dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dalam hal-hal yang kecil namun dalam benak ini seharusnya hal kecil itu menjadi suatu yang berharga dalam hidup. kamar yang terlalu sering dalam kondisi berantakan, manajemen waktu yang begitu nyamannya teracak-acak oleh kemalasan. Uuuuuh .... mana mungkin sebuah tujuan besar dapat tercapai dengan keadaaan yang seperti ini. tidak ada kebahagiaan yang hakiki yang dicapai dengan mudah. semua manusia di dunia ini seharusnya berperang untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. semua manusia di dunia ini seharusnya mengambil jalan nestapa yang indah dalam meraih kebahagiaan, jalan nestapa itu adalah idealisme, disiplin, dan tentu kejujuran. namun selalu saja diri ini tidak yakin di jalan itu aku bisa bertahan lama, dan walaupun nanti bisa bertahan, apakah akan sungguh-sungguh muncul cahaya indah di ujung jalan itu. mengapa diri ini tidak yakin, padahal seharusnya itu adalah sebuah janji Tuhan. Janji Tuhan untuk memberikan hamba-Nya kebahagiaan sempurna dalam dua dunia yang dijalani manusia, dunia kehidupan dan dunia kematian.

Friday, June 20, 2008

Lagu gue saat ini ....

hidup ini selalu terisikan dengan warna hitam dan putih, tiap detik, tiap menit, tiap hari kita lalui dengan kebaikan dan juga keburukan, sungguh malu kalau kita menyadari keburukan-keburukan yang pernah kita lakukan, dan kadang ketika melakukan kebaikan, kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling saleh di dunia.
dan .... ketika terdengar lirik lagu ini, selalu mengingatkan mengenai hal-hal yang terjadi pada hidup ini. hitam dan putih, dua dunia yang saling kontradiksi.

DEWA 19 - HITAM PUTIH
Dibatas lelah
Kuhentikan, langkah hidup ini
Mungkin harusnya aku mengerti
Semua adanya
Bila... kubayangkan warna hidupku

Reff :
Kulukis dunia hitam dan putih
Yang hanya berselang
Tawa... Tangis...

Ada saat
Kutenggelam, dilumpur - lumpur
Kupastikan, kuhempaskan
Diriku dijalanan lurus
Semua itu harus tertelan pahit dan manis
Back to Reff :

Aku memang manusia
Yang takkan mungkin
Harus selalu putih
Akupun tak ingin
Terlukis hitam lagi
Biarlah hidup
Berjalan lagi apa adanya

Hitam... Putih...
Pahit.... Manis...
Tawa.... Tangis....
Back to Reff :

Tuesday, June 17, 2008

Jagat Raya


Semesta Jagat Raya begitu luas, kita bagaikan sebuah molekul atom yang tidak mampu terlihat oleh mata telanjang. Kita begitu begitu kecil di Jagat Raya ini, kita terletak di Galaksi yang biasa disebut dengan Galaksi Bima Sakti. Dan Galaksi Bima Sakti hanyalah sebagian kecil dari bagian Jagat Raya ini. Di dalam Galaksi Bima Sakti terdapat bintang - bintang seperti Matahari, planet - planet seperti Bumi, Mars, Jupiter dan lain sebagainya. dan kita berada dalam salah satu planet itu, yaitu Bumi. Dan Bumi sudah cukup luas untuk kita bayangkan betapa besarnya. Ketika bencana datang, manusia begitu panik, menyelamatkan diri sendiri, saudara, anak, istri, dan harta - harta. Lemah sekali rasanya manusia ini ada di Jagat Raya ini, Jagat Raya oooh Jagat Raya, siapakah gerangan yang menciptakan keajaiban ini ? siapakah gerangan yang menciptakan keteraturan dalam kehidupan ini ? betapa kuasanya Dirimu, betapa dahsyatnya Dirimu, tapi ciptaan-Mu seringkali berdusta pada-Mu, ciptaan-Mu yang lemah ini begitu sombong dengan apa yang Kau miliki, ciptaan-Mu yang bodoh ini begitu angkuh dengan yang lain dengan ilmu yang Kau miliki. Mata - mata ini, tangan - tangan ini, kaki - kaki ini, jiwa - jiwa ini, hingga otak - otak ini menembus sebuah imajinasi untuk menampilkan Dirimu dalam sebuah lukisan dan patung yang sama sekali tidak menyerupai wujud asli - Mu. Bodoh .. bodoh .. bodoh diri - diri ini rasanya. Menciptakan bentuk diri dzat yang bernama Tuhan. Sungguh manusia ini tidak mengetahui apa - apa tentang diri-Mu melainkan sedikit sekali. Ciptaan-Mu ini sungguh hina sekali.

Monday, March 17, 2008

"Ini Anak Malas Banget Sih ... !!! BRAK !!"

Sebuah pengalaman spiritual pribadi yang cukup menarik dan dahsyat.
Awalnya adalah ketika aku sudah merasa jarang melakukan shalat shubuh tepat waktu atau bahkan untuk melakukan di dalam waktunya yang baik. Seringkali shalat subuh aku lakukan dengan sangat terlambat, sikap malas dan merasa nyaman di tempat tidur semakin hari semakin parah. Dan keadaan itu terulang selama beberapa bulan dan itu sangat memalukan bagi seorang diriku yang dulu bisa melakukan dengan cukup lebih baik. Perasaan berdosa terus menghantui sesaat setelah sholat subuh kutunaikan dengan waktu yang tidak tepat. Namun keadaan itu terus berlanjut seiring dengan perasaan yang resah. Aku selalu berkeinginan untuk bisa melakukannya di hari esok dengan lebih baik, namun selalu gagal dan gagal. Tiap hari hanyalah berisi keinginan - keinginan yang tak kunjung berjumpa. Hingga suatu hari pada beberapa hari yang lalu, kira - kira jam 5 pagi, aku tiba - tiba dikejutkan dengan sosok yang mencoba mendobrak pintu kamarku secara paksa. "Brak!! Brak!! Brak!! .. " Pintu kamarku tak jua terbuka, kemudian dia mengintip ke lubang jendela lalu merogohkan tangannya ke lubang jendela itu dengan sangat kasar dan seakan terburu - buru. Aku semakin takut. Lalu dia kembali ke pintu kamarku yang tak kunjung terbuka oleh dobrakannya yang sering. "Brak !!Brak !!Brak !!Brak !!Brak !!". Aku dengar dia menggumam dengan kesal, "INI ANAK MALES BANGET SIH!!!... BRAK !!" Lalu pintu kamarku pun terbuka dengan lebar, lalu aku terbangun menunggu kehadiran sesosok makhluk, namun tak ada seorangpun yang terlihat, tak ada sosok yang aku takutkan tadi, yang ada hanyalah Pintu kamar yang terbuka lebar oleh suatu dobrakan yang keras. Kemudian aku menyadari bahwa aku sedang bermimpi. Lalu akupun terbangun, lalu kulihat jam tangan yang tergeletak di samping tempat tidurku. Jam 5 pagi ... sayup - sayup terdengar lantunan wirid dari masjid setelah usai melaksanakan shalat subuh berjamaah. Akupun seketika itu membaca Ayat - Ayat Alquran seadanya, Al-Ikhlas beberapa kali. Kemudian aku bergegas mengambil air wudhu, lalu aku sholat subuh di pagi itu.

Mungkin ini hanyalah sebuah mimpi biasa, mungkin juga sebuah pesan.
Aku tidak bisa membayangkan bila sosok yang keluar dari balik pintu kamarku itu adalah sesosok yang menyeramkan. Ini mungkin sebuah pertanda bahwa aku harus segera memperbaiki sesuatu pada diriku.

Friday, January 11, 2008

Mencintai Alam, sebagai Makhluk Alam

Mencintai Alam, menjadi sebuah tuntutan untuk saat ini, Alam semakin jengkel dengan para penghuninya. Para penghuninya yang serakah dan terlalu rakus akan dirinya. Ini mungkin sebuah wacana yang di setiap tempat terjadi, di berbagai media diperbincangkan. Kita tidak semestinya acuh tak acuh terhadap keadaan ini, sudah terlalu beragam permasalahan alam yang terjadi saat ini namun hal ini tidak pernah dikatakan telat untuk kembali menyadarinya dan memperbaiki tindakan dan pandangan.
Permasalahan - permasalahan inti mengenai Alam seperti Hutan yang semakin habis terbakar dan ditebang yang beralih bentuk menjadi meja dan kursi - kursi yang cantik di pojok - pojok bagian rumah kita tanpa memberikan udara yang segar dan tanah yang kokoh melainkan hanyalah kepuasan oleh mata kita akan keindahan ciptaan Ilahi. Burung - burung cantik bersayap yang dipenjara oleh nafsu manusia akan kicauan merdu suara dan lembut bulu - bulunya. Ikan - ikan lautan samudera yang cantik terpajang di sebuah pojok dinding satu meter beserta rumah karangnya yang sedikit tercongkel rusak.
Tak pernah ada berita gembira yang bercerita adanya rumah atau gedung diubah menjadi sebuah taman yang indah, namun yang ada adalah sebuah taman yang indah diROBOHkan menjadi sebuah gedung kekar menantang.
Tak pernah ada penyayang binatang, selain yang membiarkannya dan melindunginya untuk selalu mendapat kebebasan untuk hidup selayaknya binatang yang bebas di daratan, di samudera, dan di langit.
Manusia tidak diciptakan untuk hidup selamanya, melainkan hanya sebentar, oleh karena itulah, tidaklah manusia sebaiknya menyayangi binatang, tanaman, dan makhluk hidup lainnya seperti dia menyayangi dirinya sebagai sesama makhluk ciptaan.
Jadilah orang - orang yang menyayangi binatang dg mengartikan penyayang binatang sesungguhnya,
Jadilah orang - orang yang menyayangi tanaman dg mengartikan penyayang tanaman sesungguhnya,
Jadilah orang - orang yang menyayangi sesama makhluknya sebagai makhluk yang sebenarnya.
Jadilah aku, kamu, dan manusia - manusia yang lain makhluk yang mati dalam keadaan mencintai makhluk - makhluk yang lain.

Monday, August 06, 2007

Kawan sejati hidupku .....

Suatu ketika terjadi perenungan pada diri sendiri ketika berada di sebuah perjalanan, di sebuah bus Bandung-Jakarta, karena mata tidak terlalu ingin tidur, aku berada di dekat jendela yang cukup luas memandang langit biru. Seketika itu timbul banyak sekali pemikiran-pemikiran, terutama pemikiran tentang bagaimana Semesta diciptakan, kadang-kadang pemandangan yang bagus dengan rimbunnya pepohonan di ruang pedesaan, kadang-kadang juga muncul sekepul asap tebal dari sebuah cerobong milik pabrik yang cukup besar. Ada sebuah dinamika dalam hidup ini, apa skenario yang sedang terjadi ? Hati dan Akal terus bergejolak, Tuhan pasti mendengar, karena Ia berkuasa atas segala sesuatu.
Lalu tiba saat memikirkan diri, manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan di sekitar. Lalu sampailah pada saat untuk menanyakan siapa kawan sejati diri-diri yang hina ini. Siapa kawan sejati itu, kenapa Orang dengan orang lain terlalu sering berkhianat, kawan yang khianat, istri yang khianat, suami yang khianat, bahkan Ayah Ibu pun tidak luput dari kemungkinan untuk mengkhianati anaknya. Siapa kawan yang paling setia di dalam hidup ini? Sebuah pertanyaan yang bila dipikir-pikir dan dinalar jawabannya adalah tidak ada. Kawan bagi orang yang sedang bahagia, kawan bagi orang yang sedang sedih merana, kawan bagi orang yang bergelimang harta, kawan bagi orang yang bingung dan kalut memikirkan apa yang akan dia makan esok hari, untuk dia, untuk anak-anaknya, untuk semua tanggunggannya. Siapa ? siapa ? apa istri kita ? apa kawan kita ? apa Ayah kita ? apa Ibu kita ? Siapa ? Siapa ? tidak ada satupun yang memberikan janji yang pasti.
Lalu aku mulai merasa menyadari kehadirannya, kehadiran sosok yang tidak akan pernah berdusta, tidak akan pernah mengingkari janjinya, saat ini dan untuk selamanya. Sosok yang sangat setia bagi siapapun dia, yang tidak memandang yang kuat dan yang lemah, yang tidak akan pernah lupa akan diri kita, bahkan untuk jatuhnya setetes air dari atas ke bawah bumi.
Dialah Tuhanku, Allah Sang Khalik, yang ketika aku sedang bahagia Dia lah yang memberinya, ketika aku sedang sedih, Dia jua lah yang melipurku, siapa yang tidak butuh Tuhan, semua makhluk membutuhkan Tuhan, bahkan kaca-kaca membutuhkan ijin Tuhan untuk menjadi sebuah gelas yang cantik begitu indah. Lihatlah sekitar kita, siapa yang tidak butuh Tuhan ? dan lihatlah waktu-waktu kita, kapan Tuhan tidak mengasihi kita ? gerak tangan kita, gerak mata kita. Tuhan adalah teman sejati, kau mengkhianati-Nya, Ia tetap mencintaimu, kau mendustakan-Nya, Ia tidak pernah lupa untuk memberimu karunia yang tidak akan pernah bisa kau balas.
Siapa bilang orang-orang cacat tidak punya kawan ?
Siapa bilang orang-orang buruk tidak punya kawan ?
Siapa bilang orang-orang miskin tidak punya kawan ?
Siapa bilang orang yang tersesat di sebuah Hutan tidak punya kawan ?
Siapa bilang orang-orang jahat tidak punya kawan ?
Mereka punya, bahkan Dia adalah Kawan sejati mereka, dan merekalah yang sungguh selalu berdusta terhadap kawan sejati itu, jangan bilang kalau kau punya kawan sejati, dan kau tidak akan pernah menduakannya, tidak akan pernah menikamnya, tidak akan pernah menjelek-jelekkannya, kau punya kemungkinan untuk khianat, tapi Tuhan tidak, Dia selalu bersama kita, di waktu pagi, siang, dan malam.
Tuhan, kawanilah aku selama-lamanya, karena kawan sejati pasti akan membantu, dan aku lebih suka kawan yang punya bantuan terbesar membantuku.

Berbagi

Sepasang suami istri yang berusia lanjut, suatu kali mengunjungi kantor pusat untuk bernostalgia tentang suka duka ketika mereka masih aktif bekerja dahulu. Kesempatan bernostalgia ini rupanya dimanfaatkan mereka menikmati sop buntut yang tersohor di kantin, dalam kantor pusat tersebut.
Kebetulan, ketika itu jam makan siang sehingga banyak pegawai yang santap siang di sana.
Suami istri ini lalu masuk antrean untuk memesan sop buntut. Mereka memesan satu porsi sop buntut beserta nasinya, dan dua gelas es teh manis serta sebuah piring kosong dan mangkuk. Semua yang melihat mereka heran. Sepasang suami istri ini hanya memesan satu porsi. Bahkan, beberapa pegawai lain iba melihat betapa menderitanya nasib pensiunan ini sehingga untuk makan siang di kantin saja hanya memesan satu porsi. Sang suami lalu membagi nasi menjadi dua bagian, demikian pula sop buntutnya. Satu bagian untuk dirinya dan bagian lain diserahkan kepada istrinya. Mulailah mereka makan. Namun, yang makan adalah suami dulu, sementara sang istri dengan tersenyum menunggu dan menatap kekasihnya makan.
Seorang pegawai tiba-tiba bangkit berdiri dan berjalan menuju meja mereka. Dengan rasa iba, pegawai ini menawarkan kepada pasangan suami istri ini satu porsi lagi sop buntut gratis, ia yang mentraktir. Dia merasa tidak tahan melihat sepasang suami istri ini, sementara ia sendiri hidup berkecukupan. Namun, tawaran pegawai ini ditolak secara halus sambil tersenyum oleh pasangan ini dengan menggunakan bahasa isyarat.
Sang suami pun kembali melanjutkan santap siangnya, sementara sang istri hanya menatap sambil tersenyum hingga sop buntut bagiannya menjadi dingin. Setelah beberapa lama, kembali si pegawai yang berkecukupan gelisah melihat tingkah pasangan ini. Sang istri ternyata tidak makan, hanya menunggu sang suami makan. Betapa cintanya sang istri kepada suami hingga rela berkorban menunggu sang suami selesai makan.
Kembali, pegawai tadi dengan rasa penasaran mendatangi sang ibu dan bertanya, "Ibu, saya melihat Ibu hanya menunggu bapak makan sementara Ibu sendiri tidak makan. Kalau boleh tahu, apakah yang Ibu tunggu?" Denga tersenyum sang Ibu menjawab, "Yang saya tunggu adalah gigi, sementara ini masih dipakai Bapak!"

Thursday, July 05, 2007

Bukalah Matamu, Bukalah Hatimu

sekarang aku sudah jarang bersyukur, subuh di mesjid sekarang udah jarang. bahkan itu terjadi ketika aku diberikan banyak karunia oleh Allah. Meskipun sholat masih lima waktu, tapi banyak diantara lima itu yang aku tidak mengerti dimana dan apa yang aku dilakukan di waktu itu, semua berlalu begitu saja tanpa bekas. Ini adalah sebuah kemunduran besar bagiku, karena aku dulu tidak sebegininya. Walaupun aku masih merasa itu salah namun aku masih belum bisa membuat itu jadi benar. Aku belum bisa mengembalikan diriku yang dulu begitu suka sholat dengan konsentrasi dan dzikir terkhusus untuk Tuhanku. Hmmm.... manusia ini memang begitu bodoh, godaan itu seakan terasa seperti kue lezat yang tak dapat dielak lagi untuk dinikmati. Sampai kapan keadaan ini harus terus berlanjut, aku merasa aku harus berubah setelah tulisan ini publish. Waktu ini tidak lama, bodoh rasanya kalau aku harus menunda-nunda untuk menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, sangat sangat bodoh.
Hai tubuh yang penuh dengan kesombongan, gerakkanlah tanganmu, gerakkanlah kakimu, gerakkanlah hatimu untuk menjadi manusia dengan tubuh yang bersyukur. Paksakan bila itu terasa sangat sulit, Paksakan semua tangan dan kakimu untuk bergerak.
Songsong masa depanmu yang gemilang, masa depan yang bukan hanya di dunia ini saja, tapi di kehidupan yang tiada akhir kelak. Kalau engkau tidak sukses di dunia, engkau pun akan susah untuk menjadi orang yang sukses di akhirat, karena bekal untuk hidup yang tiada akhir itu ada di dunia. Jangan kau remehkan dunia, dan jangan sedikitpun kau lupa akan akhirat.
Rubahlah dirimu... rubahlah aku .... jadilah aku manusia super, yang menjadi seorang yang kuat dan berjiwa besar, tangguh, dan sukses dengan segala obsesimu. Raihlah kemudahan yang kamu dapatkan sekarang untuk menjadi seorang yang BESAR, seorang yang akan menjadi penolong bagi orang yang lain.
Bukalah matamu, bukalah hatimu.......

salam,

Wednesday, June 27, 2007

Second

ada banyak hal istimewa pada diri kakek, rasanya beliau adalah orang yang sangat tenang, sabar, dan seumur hidup aku rasa tidak pernah melihat beliau marah kepada siapapun. tidak pernah marah, bener-bener luar biasa. kakek orang yang sangat bijak, sangat bijak. entah berapa nilai harga yang sudah ia korbankan untuk keluarganya, tiap kali hari raya idul fitri terlewati, rumah beliau selalu padat, para tetangga begitu menghormatinya. kakek adalah salah satu tetua di desaku, desa klangon. dulu ia pernah bekerja di pemerintahan, aku tidak tahu pasti bagaimana sosok kakek ketika masih jadi pegawai dulunya, cuman sedikit terlintas bayangku pakaian coklat ia kenakan.
kakek juga menekuni ilmu tenaga dalam, beliau dulu melatih banyak orang di pekarangan rumahnya. mulai dari tetangga-tetangga yang ingin belajar ilmu tenaga dalam sampai orang luar yang ingin belajar. akupun dulu sempet belajar, cuman karena latihannya tengah malam, dan akupun masih sekolah, akupun hanya sesekali saja ikut latihan.
pernah suatu kali aku disuruh menendang batang pisang, tidak dengan kekuatan fisik saja, tetapi dengan keyakinan di dalam dada yang sangat kuat. aku ambil konsentrasi, aku tatap batang pohon pisang itu, lalu aku berlari mengincar batang pohon pisang itu seakan-akan pohon pisang itu musuh besarku. aku tendang, dengan tendangan satria baja hitam, ciaaaaaaat ...... srak !!!
dan batang pohon pisang itu pun tersobek-sobek. semua tersenyum simpul, aku heran, kenapa ??? dan ternyata aku gagal memenuhi apa yang seharusnya diharapkan terjadi. :)
kakek .. kakek .. engkau telah meninggalkan kami, kami pasti sangat merindukanmu, kasurmu yang tidak terlalu empuk tapi sungguh antik, perkakas yang kau gunakan untuk garuk punggungmu, aku masih ingat itu, pakaianmu, yang sedikit tipis cocok ketika udara bojonegoro sangat panas.
aku ingat pula jenis rokok yang engkau suka, aku tidak tahu namanya tapi aku tahu itu adalah rokok mbah kung. mbah kung, aku sudah kerja sekarang mbah, aku sudah bisa mandiri mbah, aku bisa cari uang sendiri, mengurus diriku sendiri, aku sudah di jakarta mbah, banggakah kau padaku mbah kung, apakah yang kau banggakan pada diriku mbah ? tapi aku jelas bangga padamu mbah kung,
mbah kung, aku hanya ingin mengatakan bahwa mbah kung ..............sangat baik
kau orang yang baik mbah kung, kau orang yang baik, kau orang yang baik.
kini engkau telah dipanggil oleh-Nya dan meninggalkan kami semua. tapi jiwamu senantiasa ada pada diriku,
mbah kung...tentu kau tidak marah karena aku tidak bisa pulang ketika engkau telah dipanggil oleh-Nya.

Saturday, June 23, 2007

Wafatnya Pencetus Ide nama Angga Agus Hudayanto

bismillaahirrahmaanirrahiim
pencetus ide itu adalah kakekku, eyang Saleh, kata ayahku dulu nama "Angga Agus Hudayanto" diberikan oleh kakek, diambil dari nama angga untukku sendiri, agus dari nama ayahku agus triyono, hudayanto dari nama ibuku sri hudayati.

dan kini, beliau telah wafat, tepatnya hari kamis lalu jam 10 pagi. kakek meninggal dikarenakan serangan jantung yang tiba-tiba. memang beliau adalah perokok. beliau juga pernah merasakan tak sadar beberapa waktu lalu waktu aku ada di bojonegoro. beliau adalah ayah dari ibuku, dan aku adalah cucu pertama beliau.

beliau adalah sosok seorang yang sangat berjasa banyak buatku. beliau adalah orang yang sangat penyabar, saaaangat sabar, sosok yang tenang, damai sekali kalau sedang berbicara dengan beliau. nenek pasti sangat sedih ditinggalkan oleh beliau, mereka berdua sangat mencintaiku. aku hidup bersama mereka waktu aku kecil, mereka yang mengasuh aku hingga aku beranjak sekolah sd. cerita mereka pada waktu aku kecil, minum susu botol setiap hari entah berapa botol. suka ngompol, dan kakekku lah yang mencucinya. tidak pagi, siang, sore, malam, bahkan di waktu tengah malam, aku ngompol dan mereka berdualah yang merawatku.
biasanya, kalau kakek mendekatiku, dipeganglah bahuku, dan diremasnya perlahan. gak tahu apa maksudnya, tapi tangannya terasa begitu kuat. kakek adalah sosok yang terampil, beliau suka sekali dengan hal-hal yang berhubungan dengan perbaikan rumah, kamar mandi, dan beliau juga sangat suka dengan tanaman-tanaman sayur mayurnya yang begitu bermanfaat. mulai dari tomat, dulu pernah juga semangka, cabe, daun sirih, pohon kemangi, sampe-sampe keluarga besar kami gak pernah ketinggalan dengan nikmatnya musim mangga. dulu juga pohon pisang di belakang rumah begitu menggiurkan.
kakek memang seorang pahlawan bagi kami, sosok beliau adalah sosok yang istimewa.

Mbah Kakung, kini engkau telah pergi, meninggalkan kami, aku ingin engkau bahagia melihatku sukses nantinya Mbah. Aku belum sempat membahagiakanmu. Melihatku pulang, melihatku mencium tanganmu yang kuat. Duduk di sebuah kursi pojok dengan tenang sambil berbincang-bincang. Mengatakan apa yang perlu aku lakukan dan apa yang tidak perlu aku lakukan. Akupun ingin melihatmu berpakaian ihram hendak pergi berhaji tahun ini, Aku ingin dengar dari suaramu sebuah kebahagiaan memiliki cucu dan keluarga seperti kami.
Semoga engkau pergi dengan tenang kek, dan Allah Penguasa Segala Sesuatu memberikan tempat kepadamu bersama dengan orang-orang yang dikasihi-Nya.

Selamat tinggal Mbah Kung ...........

cucumu,

Angga Agus Hudayanto